Rabu, 02 November 2022

KODE ETIK JURNALISTIK

Kode Etik Jurnalistik

Kode Etik Jurnalistik

Untuk menjamin kemerdekaan pers dan memenuhi hak publik untuk memperoleh informasi yang benar, wartawan Indonesia memerlukan landasan moral dan etika profesi sebagai pedoman operasional dalam menjaga kepercayaan publik dan menegakkan integritas serta profesionalisme. Atas dasar itu, wartawan Indonesia menetapkan dan menaati Kode Etik Jurnalistik:


1. Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.

2. Wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik.

3. Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah.

4. Wartawan Indonesia tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul.

5. Wartawan Indonesia tidak menyebutkan dan menyiarkan identitas korban kejahatan susila dan tidak menyebutkan identitas anak yang menjadi pelaku kejahatan


Fungsi

Kode Etik Jurnalistik menempati posisi yang sangat vital bagi wartawan, bahkan dibandingkan dengan perundang-undangan lainnya yang memiliki sanksi fisik sekalipun, Kode Etik Jurnalistik memiliki kedudukan yang sangat istimewa bagi wartawan.[4] M. Alwi Dahlan sangat menekankan betapa pentingnya Kode Etik Jurnalistik bagi wartawan.[5] Menurutnya, Kode Etik setidak-tidaknya memiliki lima fungsi, yaitu:[5]


a. Melindungi keberadaan seseorang profesional dalam berkiprah di bidangnya;

b. Melindungi masyarakat dari malapraktik oleh praktisi yang kurang profesional;

c. Mendorong persaingan sehat antarpraktisi;

d. Mencegah kecurangan antar rekan profesi;

e. Mencegah manipulasi informasi oleh narasumber


Asas Kode Etik Jurnalistik

Kode Etik Jurnalistik yang lahir pada 14 Maret 2006, oleh gabungan organisasi pers dan ditetapkan sebagai Kode Etik Jurnalistik baru yang berlaku secara nasional melalui keputusan Dewan Pers No 03/ SK-DP/ III/2006 tanggal 24 Maret 2006, misalnya, sedikitnya mengandung empat asas, yaitu:


1. Asas Demokratis

Demokratis berarti berita harus disiarkan secara berimbang dan independen, selain itu, Pers wajib melayani hak jawab dan hak koreksi, dan pers harus mengutamakan kepentingan publik

Asas demokratis ini juga tercermin dari pasal 11 yang mengharuskan, Wartawan Indonesia melayani hak jawab dan hak koreksi secara proposional.[4] Sebab, dengan adanya hak jawab dan hak koreksi ini, pers tidak boleh menzalimi pihak manapun.[4] Semua pihak yang terlibat harus diberikan kesempatan untuk menyatakan pandangan dan pendapatnya, tentu secara proposional.

2. Asas Profesionalitas

Secara sederhana, pengertian asas ini adalah wartawan Indonesia harus menguasai profesinya, baik dari segi teknis maupun filosofinya.Misalnya Pers harus membuat, menyiarkan, dan menghasilkan berita yang akurat dan faktual. Dengan demikian, wartawan indonesia terampil secara teknis, bersikap sesuai norma yang berlaku, dan paham terhadap nilai-nilai filosofi profesinya.

Hal lain yang ditekankan kepada wartawan dan pers dalam asas ini adalah harus menunjukkan identitas kepada narasumber, dilarang melakukan plagiat, tidak mencampurkan fakta dan opini, menguji informasi yang didapat, menghargai ketentuan embargo, informasi latar belakang, dan off the record, serta pers harus segera mencabut, meralat dan memperbaiki berita yang tidak akurat dengan permohonan maaf.


Asas Moralitas

 Asas Kode Etik Jurnalistik

   Kode Etik Jurnalistik yang lahir pada 14 Maret 2006, oleh gabungan organisasi pers dan ditetapkan sebagai Kode Etik Jurnalistik baru yang berlaku secara nasional melalui keputusan Dewan Pers No 03/ SK-DP/ III/2006 tanggal 24 Maret 2006, misalnya, sedikitnya mengandung empat asas, yaitu:


1. Asas demokratis

 ini juga tercermin dari pasal 11 yang mengharuskan, Wartawan Indonesia melayani hak jawab dan hak koreksi secara proposional.[4] Sebab, dengan adanya hak jawab dan hak koreksi ini, pers tidak boleh menzalimi pihak manapun.[4] Semua pihak yang terlibat harus diberikan kesempatan untuk menyatakan pandangan dan pendapatnya, tentu secara proposional.

2. Asas Profesionalitas

  Secara sederhana, pengertian asas ini adalah wartawan Indonesia harus menguasai profesinya, baik dari segi teknis maupun filosofinya. Misalnya Pers harus membuat, menyiarkan, dan menghasilkan berita yang akurat dan faktual. Dengan demikian, wartawan indonesia terampil secara teknis, bersikap sesuai norma yang berlaku, dan paham terhadap nilai-nilai filosofi profesinya.

   Hal lain yang ditekankan kepada wartawan dan pers dalam asas ini adalah harus menunjukkan identitas kepada narasumber, dilarang melakukan plagiat, tidak mencampurkan fakta dan opini, menguji informasi yang didapat, menghargai ketentuan embargo, informasi latar belakang, dan off the record, serta pers harus segera mencabut, meralat dan memperbaiki berita yang tidak akurat dengan permohonan maaf.

3. Asas Moralitas

  Sebagai sebuah lembaga, media massa atau pers dapat memberikan dampak sosial yang sangat luas terhadap tata nilai, kehidupan, dan penghidupan masyarakat luas yang mengandalkan kepercayaan. Kode Etik Jurnalistik menyadari pentingnya sebuah moral dalam menjalankan kegiatan profesi wartawan.Untuk itu, wartawan yang tidak dilandasi oleh moralitas tinggi, secara langsung sudah melanggar asas Kode Etik Jurnalistik.Hal-hal yang berkaitan dengan asas moralitas antara lain Wartawan tidak menerima suap, Wartawan tidak menyalahgunakan profesi, tidak merendahkan orang miskin dan orang cacat (Jiwa maupun fisik), tidak menulis dan menyiarkan berita berdasarkan diskriminasi SARA dan gender, tidak menyebut identitas korban kesusilaan, tidak menyebut identitas korban dan pelaku kejahatan anak-anak, dan segera meminta maaf terhadap pembuatan dan penyiaran berita yang tidak akurat atau keliru.



1. Manfaat dari mempelajari materi ini adalah agar lebih tau tentang kode etik, memyelessaikan masalah dengan cara bersikap yang baik

2. Motivasi saya mempelajari ini adalah untuk membuat atau mencari berita yang benar dan amanah.

3. Kegunaan mempelajari kode etik jurnalistik adalah untuk memahami kode ketik jurnalistik secara benar, untuk melindungi hak masyarakat dalam memperoleh informasi dari media massa dan dapat menjaga kinerja wartawan kekerasan.

4.kerugian jika tidak mempelajari kode etik jurnalistik adalah kita tidak dapat memahami bagaimana cara membuat berita yang sesuai dengan kode etik jurnalistik.

TUGAS WARTAWAN DAN STANDAR WARTAWAN

 Tugas Wartawan Dan Standar Wartawan

 Tugas Wartawan

  Ada banyak sekali tugas yang perlu dikerjakan oleh wartawan. Mulai dari mencari berita, melakukan liputan, membuat laporan, mengolah informasi, dan lain sebagainya. Bahkan wartawan juga punya tugas penting melakukan interview atau wawancara dengan pihak lain yang disebut narasumber.

Wartawan juga bertugas membuat laporan dari hasil penelusuran berita dan fakta yang sudah diperoleh tadi. Laporan ini nantinya akan disampaikan baik secara tertulis lewat media cetak maupun lisan lewat media elektronik seperti televisi.

  Itulah tadi fungsi dan tugas wartawan yang perlu Kamu pahami dengan baik. Jika Kamu tertarik untuk menekuni profesi ini maka Kamu harus belajar ilmu jurnalistik dengan baik. Kembangkan kemampuan menulis dan tingkatkan rasa percaya dirimu agar bisa menjadi wartawan yang kompeten.

  Tugas wartawan memang sangat beragam. Kelima poin di atas tadi merupakan fungsi dari wartawan dan kini kita akan membahas tugas mereka. Tugas pertama adalah melakukan organisasi berita. Seorang wartawan harus melakukan organisasi berita baik berita lama maupun berita baru.

  Masih ada banyak tugas lain yang jadi tanggung jawab wartawan. Di luar tugas-tugas yang ada di bagian pengertian wartawan tadi, tugas wartawan bisa lebih luas. Mulai dari menjadi juru kamera, editor narasi, editor audio visual, bahkan bisa sampai penulis berita.


 Standar Wartawan

Menguasai bidang liputan

  Idealnya, wartawan menjadi seorang “generalis”, memahami dan menguasai segala hal, sehingga mampu menulis dengan baik dan cermat apa saja

.Namun, yang terpenting ia harus menguasai bidang liputan dengan baik.

Wartawan olahraga harus menguasai istilah-istilah atau bahasa dunia olahraga. Wartawan ekonomi harus memahami teori-teori dan istilah ekonomi. Demikian seterusnya.

Menaati kode etika jurnalistik

  Wartawan yang baik (baca: profesional) memegang teguh eika jurnalistik. Istilah Islamnya, harus seorang yang berakhlaqul karimah sesuai nilai-nilai Islam.

  Untuk wartawan Indonesia, etika itu terangkum dalam Kode Etik Wartawan Indonesia (KEWI) yang sudah ditetapkan Dewan persamaan sebagai kode etik jurnalistik. bagi para wartawan di Indonesia.


1. Manfaat mempelajari materi tugas dan standar wartawan

Manfaatnya kita jadi tahu proses seorang wartawan dalam membuat suatu berita.


2. Motivasi mempelajari materi tugas dan standar wartawan

Motivasinya kita menjadi lebih teliti dan dapat menghargai hasil karya dari seorang wartawan


3. Kegunaan mempelajari materi tugas dan standar wartawan

Kegunaanya kita jadi bisa lebih berhati-hati dalam mencari ataupun menerima suatu berita yang belum pasti benar.


4. Kerugian tidak mempelajari materi tugas dan standar wartawan

 Kerugiannya, kita tidak akan tahu berita yang telah kita terima itu benar adanya atau hanya rekayasa wartawan



DUNIA WARTAWAN

Dunia Wartawan

  Wartawan memang layak ditakuti dan disukai. Karena wartawan, sebuah kasus dapat ter-blow up dengan hebat, sehingga masyarakat tahu di lingkungannya, bahkan di negaranya yang elok dan ‘kaya raya' ini, sedang terjadi  ini dan itu, dan menyikapinya sesuai pola fikir dan latar belakang pendidikan serta kehidupannya. Karena pers, dunia menjadi begitu meriah dan mengharu biru, sehingga banyak orang yang tak dapat hidup tanpa koran, televisi, radio, bahkan situs berita di internet.

Seorang wartawan harus memiliki keahlian (expertise) menulis berita sesuai dengan kaidahkaidah jurnalistik. Ia harus menguasai teknik menulis berita, feature serta artikel. Karenanya, seorang wartawan sejatinya adalah orang yang pernah menempuh pendidikan kejurnalistikan secara khusus atau setidaknya pernah mengikuti pelatihan dasar jurnalistik. Ia harus well trained, terlatih dengan baik dalam keterampilan jurnalistik yang meliputi, teknik pencarian berita dan penulisannya, di samping pemahaman yang baik tentang makna sebuah berita.



1. Manfaat mempelajari materi dunia wartawan

Sangat bermanfaat menurut saya karena dengan mempelajaro materi ini saya dapat memahami dunia kewartawanan dan wartawan dan mengetahui tugas tugas kewartawanan dan wartawan,

2. motivasi kamu mempelajari materi dunia wartawan

Motivasi saya mempelajari materi dunia wartawan ialahhsaya dapat mengetahui dunia kerja wartawan dalam mencari, mengumpulkan suatu berita hingga mempubliskannya

3. seberapa penting materi dunia wartawan

Sangat lah penting, dengan saya mempelajari materi ini saya dapat mengetahui bagaimana tugas wartawan.

4. Yang membuat kamu penasaran dengan materi ini

Saya penasaran dengan dunia kerja wartawan apa saya yg mereka kerjakan dan tugas wartawan saat di lapangan, dan bagaimna cara mereka mencari berita, mengumpulkan berita.

5. manfaat materi ini bagi profesi anda (guru)

Sangat penting menurut saya Tak hanya guru bahasa Indonesia di berbagai lembaga pendidikan formal, materi ini juga memiliki peran penting dalam pengembangan bahasa Indonesia. Caranya, melalui mencari informasi berita, yang nantinya guru tidak akan ketinggalan zaman, semakin maju perkembangan zaman maka akan semakin maju dan berkembang bahasa, nah untuk itu menjadi guru bahasa indonesia, ialah terkutuk untuk menjadi guru yang menyenangkan, dengan mempelajari materi ini.


KEWARTAWANAN DAN WARTAWAN

 Kewartawanan

   Kewartawanan atau jurnalisme adalah kegiatan menghimpun berita, mencari fakta, dan melaporkan peristiwa. Pengertian jurnalisme dalam konsep media, berasal dari perkataan journal, artinya catatan harian mengenai kejadian sehari-hari, atau bisa juga berarti surat kabar

   Kerja kewartawanan tidak hanya cukup memerlukan kemampuan atau keterampilan dalam menulis serta membuat berita saja. Disamping kterampilan dalam merangkai kata demi kata, dan memiliki kemampuan berbahasa yang baik, kerja kewartawanan memerlukan pula keberanian moral, serta keteguhan sikap.

   Pekerjaan mencari berita dan kemudian membuatnya bukanlah hal yang mudah, sebagaimana dibayangkan sementara orang. Disamping kerja mencari berita itu menguras tenaga, pikiran dan perasaan, seorang wartawan selain dituntut mampu mempergunakan seluruh inderanya juga dipaksa untuk dapat memainkan ‘mata hati’nya. “Mata hati’ itu memiliki peran penting, dalam menentukan sikap bagaimana harus menulis atau menyampaikan suatu informasi yang diperoleh, atau juga menentukan apakah sesuatu itu layak atau tidak untuk dipublikasikan ke public.


Wartawan

   Wartawan adalah orang yang secara teratur melaksanakan kegiatan jurnalistik. Kegiatan jurnalistik yang dimaksud ialah mencari, memperoleh, mengolah, serta menyampaikan informasi atau berita kepada publik.

  Tujuan Wartawan  ialah mendapatkan informasi dengan melakukan wawancara atau lewat teknik peliputan berita lainnya. Memperoleh fakta Wartawan bertujuan untuk memperoleh fakta atas peristiwa yang sedang terjadi. Pemerolehan fakta ini bisa dilakukan dengan datang langsung ke lokasi kejadian dan atau mewawancarai narasumber terkait. Menemukan sumber yang kredibel dan bisa dipercaya Dalam pencarian fakta, wartawan harus menemukan sumber (narasumber) yang kredibel dan bisa dipercaya, agar informasinya akurat.



1. manfaat mempelajari materi kewartawanan dan wartawan 

agar saya dapat mengetahui banyak informasi,Ilmu saya semakin bertambah,Bisa juga  bertambah pengalaman bagi saya.

2. motivasi mempelajari materi kewartawanan dan wartawan

agar saya bisa mempelajari tentang kewertawanan dan wartawan dan memjadi seorang yang pandai berbicara seperti wartawan.

 3. manfaat materi kewartawanan dan wartawan bagi kehidupan kamu sehari-hari

bisa mengasah kemampuan kita setiap hari, melatih berbicara di depan keramaian.

4. pentingkah materi kewartawanan dan wartawa nbagi profesi anda nantinya (guru) 

sangat penting, karena untuk bisa memberi ilmu pada anak didik nantinya, dengan cara berbicara yang baik, mencari informasi yang benar dan dapat memyelesaikan dengan cara yanbg baik dan adil.





Selasa, 01 November 2022

HURUF TEBAL DAN MIRING

Huruf Tebal dan Miring

Huruf tebal dan miring adalah cara umum untuk menekankan teks, seperti menyorot teks, kutipan, atau ucapan orang.

Huruf Tebal

Tipe cetakan ini memiliki tingkat ketebalan garis yang lebih pekat daripada cetakan biasa. Tipe huruf ini memiliki berbagai fungsi, antara lain:

  1. Memberikan Penegasan

Huruf tebal dipakai untuk menegaskan bagian tulisan yang sudah ditulis miring.Kombinasi huruf tebal dan miring akan membuat pembaca lebih memperhatikan bagian huruf atau kata tertentu dari sebuah kalimat. Misalnya:

Huruf dh, seperti pada kata Ramadhan, tidak terdapat dalam Ejaan Bahasa Indonesia.

Kata et dalam ungkapan ora et labora berarti ‘dan’.

Huruf Miring

Cetakan huruf ini memperoleh namanya dari bentuknya yang seperti miring alias condong ke kanan (seperti ini). Kepopulerannya menanjak sejak sistem pengetikan menggunakan komputer mulai umum, dan di berbagai perangkat ketik, kita bisa menemukannya di toolbar atau menggunakan shortcut ctrl+i. Fungsi dari gaya cetakan ini antara lain:


  1. Menuliskan Judul

Huruf miring dipakai untuk menuliskan judul buku, nama majalah, atau nama surat kabar yang dikutip dalam tu­lisan, termasuk dalam daftar pustaka.

Misalnya:

Huruf Miring

Cetakan huruf ini memperoleh namanya dari bentuknya yang seperti miring alias condong ke kanan (seperti ini). Kepopulerannya menanjak sejak sistem pengetikan menggunakan komputer mulai umum, dan di berbagai perangkat ketik, kita bisa menemukannya di toolbar atau menggunakan shortcut ctrl+i. Fungsi dari gaya cetakan ini antara lain:

  1. Menuliskan Judul

Huruf miring dipakai untuk menuliskan judul buku, nama majalah, atau nama surat kabar yang dikutip dalam tu­lisan, termasuk dalam daftar pustaka.

Misalnya:

Artika sudah membaca puisi Hujan Bulan Juni karangan Sapardi Djoko Damono.

Pada masanya, majalah Poedjangga Baroe menggelorakan semangat ke­bangsaan. 


Pernyataan :


1.Apa manfaat bagi kamu mempelajari huruf miring dan tebal

dapat meningkatkan pemahaman pembacaan dan lebih mudah membedakan tanda baca, karena dengan adanya huruf miring dan tebal kita bisa mengetahui makna dalam peletakan huruf miring dan tebal dalam tulisan.


2.Apa motivasi kamu mempelajari huruf miring dan tebal.

untuk lebih tau cara peletakan huruf miring dan tebal yang benar


3.seberapa penting materi huruf miring dan tebal bagi anda dan profesi anda nantinya 

sangat penting agar tulisan memiliki keindahan saat dilihat dan mudah dibaca.


4.Apa kerugian jika tidak mempelajari huruf miring dan tebal 

jika saya tidak tahu caranya maka saya akan sering melakukan keselahan pada penulis







HURUF KAPITAL

 

Huruf kapital adalah huruf pertama awal kalimat.

Huruf kapital merupakan huruf yang berukuran dan berbentuk khusus (lebih besar daripada huruf biasa), biasanya digunakan sebagai huruf pertama dari kata pertama dalam kalimat, huruf pertama nama diri seperti A, B, C: Huruf Besar.

Sebagai tambahan keterangan dari pengertian huruf kapital, Wikipedia menyebutkan bahwa penggunaan pengertian huruf kapital dalam bahasa Indonesia harus sesuai dengan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia (PUEBI) yang disempurnakan.


1. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama unsur nama gelar kehormatan, keturunan,       keagamaan, profesi, serta nama jabatan dan kepangkatan yang digunakan sebagai sapaan

  • Selamat pagi, Dokter.
  • Selamat datang, Yang Mulia.
  • Silakan duduk, Prof.
  • Siap, Jenderal.

2. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama awal kalimat.

  • Apa maksudnya?
  • Tolong ambilkan buku itu!
  • Kita harus bekerja keras.
  • Pekerjaan itu akan selesai dalam 1 jam.

Pernyataan :

1.Apa manfaat bagi  kamu khususnya mempelajari huruf kapital 

agar saya lebih mudah membacanya dan mengetahui mana makna yang penting dalam tulisan.


2.Apa motivasi kamu mempelajari huruf kapital 

agar bisa mendalami penggunaan huruf kapital


3.seberapa penting materi huruf kapital bagi anda dan profesi anda nantinya

sangat penting bagi saya agar ketika saya membuat sebuah tulisan si pembaca sangat mudah memahami dan membacanya dan anak didik saya akan lebih tau ilmu peulisan pada huruf jika saya menjelaskan tentang penggunaan huruf kapital.

4.Apa kerugian jika tidak mempelajari huruf kapital

jika saya tidak tau memgenai huruf kapital maka saat saya membuat sebuah tulisan banyak kesalahan huruf.



HURUF KECIL

 Huruf kecil adalah suatu huruf yang berukuran lebih kecil.

contohnya: abcdeg-z

Kata-kata apa saja yang harus ditulis dengan huruf kecil?

Bagaimana dengan penulisan kata ulang pada judul artikel dan buku?


   Secara umum, menurut saya, gunakan huruf kecil hanya untuk kata-kata yang bersifat partikel, termasuk konjungsi (kata penghubung), preposisi (kata depan), dan interjeksi (seruan perasaan).

   Namun, perhatikan, ada kata partikel tertentu yang bisa ditulis dalam judul karangan dengan huruf kecil dan bisa juga dengan huruf kapital.

   Kaidah penulisan judul menurut Pedoman umum EYD: huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam judul buku, majalah, surat kabar, dan makalah, kecuali kata tugas seperti dikedaridanyang, dan untuk yang tidak terletak pada posisi awal.

  Kata-kata yang tergolong sebagai partikel, yaitu konjungsi (kata penghubung), preposisi (kata depan), dan interjeksi (seruan perasaan), ditulis dengan huruf kecil pada judul karangan, kecuali ia terletak di awal judul:

pun; per; demi; si; ala; dari; daripada; di; ke; pada; kepada; terhadap; dan; atau; untuk; yang; dalam; dengan; jika; maka; tapi; meskipun; kendati; walau; kalau; karena; bila; tentang; sebagai; secara; seperti; ialah; agar; supaya; hingga; sejak; ah; oh; deh; dong; kok

akan, soal, dalam, kok
Hati-hati dengan kata-kata bermakna ganda, misalnya kata akan, yang bisa ditulis pada judul dengan huruf kecil dan juga dengan huruf kapital, tergantung artinya.


Pernyataan


1. Manfaat bagi saya mempelajari cara penggunaan huruf kecil adalah saya bisa membuat sebuah tulisan dengan baik dan benar. Karena ketika menggunaan huruf kecil yang di awali dengan huruf kapital pada awal kalimat dapat membuat penyempurnaan dalam tulisan tersebut. 


2. Motivasi mempelajari huruf kecil adalah saya menjadi tahu bagaimana cara penggunaan huruf kecil yang benar pada sebuah tulisan dan hal ini dapat membuat saya lebih berhati-hati untuk menulis dalam membuat sebuah tulisan.


3. Sangat penting bagi saya karena ilmu ini akan saya terapkan kepada anak dididk saya kedepannya dan juga hal ini sangatlah berpengaruh dalam pekerjaan. Oleh karna itu mempelajari huruf kecil ini sangatlah berguna untuk semua orang.


4. Kerugian tidak mempelajari huruf kecil adalah kita tidak akan tahu benar atau salah nya dalam menulis.

ESSAY DESKRIPTIF

Contoh teks deskriptif kesalahan penggunaan bahasa Indonesia Menurut pendapat saya gambar di atas terdapat penggunaan bahasa Indonesia yang ...